Namanya Kue MATA RODA.... Mungkin karena bentuknya bulat pipih ditengahnya ada buah pisang yg menyerupai mata. Kue jajanan pasar dari singkong asli Indonesia, tepatnya kue khas kota Purbalingga. Kue yg terbuat dari singkong parut.  Buat yg suka jajanan pasar kukus terbuat dr singkok bagaimana kalau kita coba buat sendiri dirumah...asik lo, buat nya mudah kok.

 BAHAN : 



  • 500 gr singkong, siangi 
  • 1/2 bks agar-agar bubuk 
  • 100 gr gula pasir 
  • 1/2 sdt vanili bubuk 
  • 1 sdt garam 
  • 2 buah pisang tanduk, kupas 
  • daun pisang 


PELENGKAP : 


  • 1/2 btr kelapa agak muda, parut 
  • 1/2 sdt garam 


CARA MEMBUAT : 


  1. Campur kelapa parut dengan garam, kukus 10 menit. Sisihkan. 
  2. Kupas singkong, parut, dan peras airnya. Nggak perlu tiris-tiris kok, cukup agak berkurang saja airnya. 
  3. Campur singkong parut dengan gula, bubuk agar-agar, vanili bubuk, dan garam hingga rata. Bagi dua adonan singkong sama rata. 
  4. Siapkan daun pisang, ratakan satu bagian singkong, letakkan pisang di atasnya, dan gulung mirip lontong. 
  5. Lakukan hal yang sama untuk sebagian singkong yang lain. 
  6. Kukus sekitar 30 menit atau hingga adonan matang. 
  7. Dinginkan. Buka daunnya dan potong kue melintang setebal 1 cm. Sajikan dengan kelapa parut. 


TIPS & TRIK : 
Pilih bubuk agar-agar yang berwarna sesuai selera, jadi mata roda akan berwarna juga.
Gunakan daun pisang batu, agar hasil kukusan tidak menghitam dan bersih.
Agar-agar bubuk bisa diganti dengan 2 sdm tepung kanji, tapi teksturnya agak sedikit berbeda. Lebih kenyal...
Ayo bunda cobain resep mudah jajanan pasar kita.

KELEZATAN WARISAN LELUHUR YANG MASIH LESTARI.


Cita rasa jajan pasar itu telah terpelihara sampai kini, bahkan terus dikembangkan sejak diperkenalkan di tahun 1972, ada merah, kuning, hijau, beragam bak pelangi, ada sekitar kurang lebih 75 macam jajanan pasar, bermacam-macam jajan pasar yang dibuat dengan teliti, bermutu dan dijaga kebersihanya ini, telah bersertifikat dari Dinas Kesehatan, dan sudah juga bersertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia dan semuanya khusus untuk dipersembahan kepada pecinta kelezatan kuliner asli Medan. Dan akan memanjakan sensualitas indra perasa anda, para pecinta kelezatan.

 Kue-kue jajanan pasar lezat toko kue PhinPhin akan selalu setia menemani anda, baik ketika sarapan pagi, coffe break ketika mengadakan rapat, atau sebagai pencuci mulut melengkapi makan 4 sehat 5 sempurna anda.


Pada gigitan pertama pun lidah anda akan menari-nari riang merasakan kumpulan rasa yang menyatu didalam kelezatan jajanan pasar kami, banyak yang kembali, dan kembali lagi, bahkan banyak yang menjadi pelanggan setia kami.
Kue-kue jajan pasar toko kue PhinPhin selalu mendapatkan pesanan untuk “menghadiri” pesta-pesta dengan penampilan riang dan tentu menggiurkan untuk disentuh dan dirasakan, seperti pesta perkawinan, acara ulang tahun, seminar, rapat, arisan, syukuran, dan acara-acara pesta lainnya.


 Dalam rangka menyambut Hari Raya Lebaran, Toko kue Phin-Phin juga menyediakan aneka ragam roti seperti roti coklat, roti kelapa, roti pisang, dll. Khusus di bulan puasa Toko Kue Phin-Phin juga menyediakan lebih banyak macam kue seperti lumpia basah/goreng, jongkong, serabi, ubi thai, dll serta bubur2 manis (bubur candil, bubur sum sum, bubur sagu, dll). Sebagai pelengkap, ada juga kue kering spt nastar, kastengels, kue bangkit, dll. Selain itu toko kue Phin-Phin juga menerima pesanan untuk pembuatan cake untuk lebaran.

 Toko Kue Phin-Phin
Contact person: Veny
Jl. Dewaruci No. 32-34
Telp : 061-452 5121
HP : 0812-6012180
Medan 20112
Indonesia
Denah Lokasi

sumber:  http://www.makanmana.net/toko-kue-phin-phin/

Kue kuping gajah merupakan salah satu kue tradisional asli Indonesia. Memiliki bentuk yang unik serta rasa yang manis, enak dan renyah. Bentuknya unik, tipis dan bermotif, memang sesuai dengan namanya, yaitu menyerupai kuping gajah.Selain bentuknya yang istimewa itu, kue kuping gajah ini memiliki aneka rasa, mulai dari rasa coklat, vanila hingga rasa mocca. Kue kuping gajah ini dapat ditemui di pasar-pasar tradisional dan juga swalayan. Namun, semakin jarang dijumpai karena proses pembuatannya yang cukup rumit. Padahal teknik pembuatannya cukup mudah dan bahan-bahannya pun mudah didapat. Kue kuping gajah ini cocok untuk dikonsumsi semua usia, karena tidak mengandung bahan pengawet juga pemanis buatan. Juga, kue kuping gajah ini cocok untuk disajikan sebagai cemilan maupun teman menonton TV atau membaca majalah. Biasanya kue kuping gajah juga dihidangkan kepada para tamu di hari-hari tertentu seperti hari-hari perayaan besar.

Cara pembuatan

Kue kuping gajah ini dibuat dari tepung terigu, gula, garam, vanili, telur dan coklat bubuk.
Dalam tahap pembuatannya, bahan-bahan dicampur menjadi satu dan diuleni hingga bisa terbentuk. Kemudian adonan dioles coklat lalu digulung. Setelah digulung sebaiknya dipadatkan dan di bentuk lonjong dan didiamkan selama 10 menit. Setelah itu adonan dipotong tipis-tipis dan digoreng. Dari prosesnya inilah, kue menyerupai kuping gajah dapat terbentuk.

Alasan tetap eksis

Alasan kenapa kue kuping gajah tetap eksis adalah rasanya enak, tahan lama, harga yang relatif murah serta mudah ditemui di pasaran. Selain itu, dapat dikonsumsi sebagai camilan atau diperuntukkan sebagai sarana dalam upacara (banten sodan) sehari-hari, kue kuping gajah menjadi salah satu kue yang paling banyak dicari konsumen sampai saat ini. Penggemar kue kuping gajah yang dulunya anak-anak kini menjadi orangtua tetap menyukai kue kuping gajah. Ini membuktikan kue kuping gajah termasuk salah satu penganan yang tidak termakan zaman. Di samping itu, rasanya yang enak, bentuknya yang lucu (mirip kuping gajah) serta tidak terlalu keras, membuat kue kuping gajah disenangi semua kalangan umur dari anak-anak hingga orang tua. Bahkan, kue kuping gajah kini mulai banyak dibuat oleh kalangan ibu rumah tangga.

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kue_kuping_gajah